Rabu, 16 September 2015

Article#465 - Membumi

Jika ada satu hal yang paling nyata berubah dari penulis dalam hitungan 2-3 tahun ke belakang, jawabannya barangkali adalah tumbuhnya minat dalam mengamati setiap petak demi petak dunia sekitar. Mungkin fotografer berkelas tidak dihasilkan semata oleh kamera berkelas. Akan tetapi, setidaknya bagi penulis, keberadaan kamera berkualitas tinggi ikut menumbuhkan semangat dalam mengabadikan berbagai momen kehidupan yang terus berjalan.
Sekarang, 2-3 tahun berlalu. Foto terus menumpuk entah untuk apa saja, hingga kemudian wadah untuk mendayagunakannya hadir begitu saja (atau begitu banget) bagi tiap-tiap kita. Beragam manusia dari beragam latar belakang agama, budaya, status ekonomi dan sosial, membaur beraneka rupa dalam tiap-tiap wadah yang menampung kesamaan minat pada tiap manusia yang terlibat.

Manusia adalah makhluk sosial, maka ia mendamba interaksi antar sesamanya. Interaksi yang, bagi penulis, terwujud dengan adanya kesamaan minat dan waktu luang antar entah berapa banyak manusia. Kesamaan yang dengan mudahnya menihilkan adanya latar belakang atau masa lalu seseorang, menjadikannya nisbi dalam satu kekaguman yang senada. Satu ketertarikan yang seirama.
Menjadikan tiap manusia kembali bersimpuh di atas tanah, membumi atas kerdilnya mereka di hadapan apa-apa yang mereka muliakan. Apa-apa yang mereka dambakan. Apa-apa yang mereka indahkan.

.....
Berikut, kumpulan foto pemandangan langit yang penulis temui dari para fotografer amatir yang bertebaran di dunia maya. (seluruh foto diambil dengan izin dari pemotret)
Selamat menikmati.

















4 komentar:

  1. Balasan
    1. Kayaknya ada deh, salah satunya. Foto keenam dari bawah itu jepretanmu bukan sih?

      Hapus
    2. Itu yang mas Singkex Elex a.k.a Singgih Afrianto.

      Hapus
    3. Wah, kurang tahu deh yang mana. Sepertinya tidak ikut terpublikasikan.

      Mau nyumbang, barangkali?

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...