Kamis, 18 September 2014

Article#342 - Bukan Kontribusi Pribadi

[bukan versi final]
Ada gegap gempita yang kembali menyeruak, dalam gejala tahunan yang kembali datang. Saat di mana banyak yang menjadi lebih ramai dari kebiasaan, meluangkan setiap detik yang berjalan.
Sebagai orang yang iseng bergabung dalam salah satu konsentrasi keramaian, penulis memutuskan untuk ikut menghirup situasi ribut yang menenangkan ini, mencerna setiap detik menuju memori.

Dan sekarang, setelah penulis kembali memasuki masa tenang, adalah waktunya bercerita. Mohon maaf karena tulisan ini baru kelar setelah sekian hari terlewat.

*****

16 Ramadhan 1435 H.
Penulis perlahan mendatangi tanggal tersebut dengan asa tinggi, mengingat gempita yang bersemarak pada momen milad keempat di tahun sebelumnya. Menapak tilas di media sosial, kau akan mendapati masa di mana banyak rekan-rekan angkatan memberi satu-dua tulisan atau gambar, memeriahkan acara saat itu. (Bisa periksa tagar .)
Maka sampailah penulis pada tanggal tersebul, bertepatan dengan 14 Juli 2014 menurut kalender Ramadhan versi MUI. Sepi, bahkan setelah penulis mengontak salah satu petinggi angkatan yang telah ditahbiskan sebagai petinggi seumur hidup untuk menghidupkan api keramaian. Setelah adzan Maghrib berkumandang memenuhi isi telinga penulis (yang sedang disumpal earphone), penulis memutuskan untuk menarik diri dari hingar bingar—kalau ada.

Pada akhirnya, memang tidak ada. Agan ketua angkatan sendiri bahkan mengaku menerima omelan terkait kosongnya kegiatan di tanggal 16 Ramadhan tersebut. Kekosongan yang sempat penulis duga sebagai hasil dari kesibukan tiap-tiap jiwa dalam kegiatannya yang kian padat. Namun, setelah membaca catatan kecil penulis di tahun sebelumnya, penulis mendapati satu fakta menarik. (Cocoklogi alert)
Sejauh ini, kegiatan milad angkatan hanya semarak pada tahun genap.
Berkat keisengan penulis tahun lalu, rekam cerita angkatan dalam menempuh penanda tahunan tersedia untuk dicermati perjalanannya. Jika ditelisik, acara milad yang ramai oleh kegiatan segenap anggota angkatan adalah milad kedua (semester kelima di MAN) dan milad keempat tahun lalu. Selebihnya? Kosong tanpa semarak membubung.

Setelah bergulat dengan kenyataan selama beberapa menit, penulis akhirnya berhasil mendoktrin diri sendiri. Sepinya hari-hari milad kelima kemarin, bukan karena pada larut dalam kesibukan atau larut malam ketiduran. Karena milad tahun ganjil sebelumnya senantiasa sepi, maka sebagai warga MAN Insan Cendekia yang senantiasa setia dalam menjaga tradisi, milad tahun ganjil kali ini harus sepi pula.
Entah penafsiran tersebut benar atau tidak. Jika benar, seharusnya milad di tahun depan akan ramai. Kita lihat saja.

.....
Perlahan, waktu bergeser, menepikan pikiran mengenai milad yang sepi.
Namanya juga sepi, artinya tak banyak hingar-bingar. Tak banyak suara. Telinga kita yang seolah tak kenal lelah menangkap berbagai macam getaran suara, seolah kebingungan ketika suara yang mendatanginya tak cukup banyak. Tak terbiasa dengan hening, telingamu mungkin akan mulai mendengarkan dengungan pikiran dengan lebih seksama.
Begitulah yang berkecamuk di kepala penulis menjelang tibanya tanggal 6 September, yang adalah tanggal penanda ultah angkatan.
Untungnya, ada pihak-pihak tertentu yang masih rela meluangkan waktu, demi menyemarakkan situasi di momen ultah yang datang kembali. Melalui keterlibatan bung Irfan dan Hamzah, jadilah poster pengumuman berikut.


Pengumuman nyentrik nan asyik ini sukses menarik minat massa angkatan untuk segera berlomba, mengirimkan karya terbaik mereka demi mendapatkan hadiah ekslusif, diimpor langsung dari Jepun. (Yang hingga saat ini wujudnya masih misteri.)
Dan, setelah beberapa hari pengumpulan, diperolehlah koleksi selpi sebagai berikut. (Meskipun banyak yang secara teknis bukanlah sebuah selpi. Memangnya selpi itu seperti apa ya?
Sudahlah, bagi kalian, selamat mempersiapkan jiwa.



















Akhir kata, sepertinya penulis hanya akan menyampaikan, bahwa masa-masa paling indah, adalah masa di Madrasah 'Aliyah. Maka senantiasa syukurilah, dengan menjaga ukhuwah.
Semoga kita termasuk orang-orang yang mensyukuri nikmat-Nya.
Baca selengkapnya disini..

Selasa, 16 September 2014

Article#341 - Visualizing Gravity Wells

Click here to view the large version
Another great new infographic comic from xkcd.com.  A mix of real science and humor, this one plays on the words “gravity well” by visualizing the strength of each planets gravity as the depth of a crater scaled to Earth’s surface gravity.
The chart shows the “depth” of various solar system gravity wells.
Each well is scaled such that rising out of a physical well of that depth - in constant Earth surface gravity - would take the same energy as escaping that planet’s gravity in reality.
Click on the image to go to the xkcd.com site to see the high-resolution version.

Reposted from coolinfographics.com.
Baca selengkapnya disini..

Sabtu, 06 September 2014

Article#340 - Kutipan Hari Ini

"Orang yang lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman.
Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapat banyak teman, tapi menyia-nyiakannya."

~dikutip dari kutipan milik Ali bin Abi Thalib, r.a., salah satu tokoh Islam sekaligus menantu Rasulullah Muhammad s.a.w. Bahasa asli dalam bahasa Arab.
Dikutip pada Jumat, 29 Agustus 2014, 21:21 (UT+7).
Dipajang dalam mengisi momen hari jadi kelima angkatan penulis di masa MAN.

Penulis bersama Keluarga Muslim Indonesia di Sendai (KMI-S) setelah
kajian tentang Syiah bersama Ust. Yunahar Ilyas dari MUI, 5 Mei 2014.
(Fatwa Ramdani/KMI-S)
sumber
Penulis bersama rekan-rekan Islamic Cultural Center Sendai (ICCS),
organisasi muslim se-kota Sendai, dalam kegiatan bersih-bersih masjid,
20 April 2014.
(Wan Noruddin Rasul/ICCS)

Gycen Bandung Ceria (GBC), perkumpulan teman seangkatan penulis
yang kini mengenyam pendidikan lanjut di Bandung, 6 September 2014
(Himmah Qudsiyyah/GBC)

-tulisan ini belum selesai sampai di sini-
Baca selengkapnya disini..

Kamis, 04 September 2014

Article#339 - A Fearsome Police (Badge)

A DEA* officer had just stopped at a ranch in Texas, after learning that some of the ranchers are possibly trying to cultivate illegal drugs within their ranch area.
He approaches an old rancher, and talked to him.
He tells the rancher, "I need to inspect your ranch for illegally grown drugs."
The rancher says, "Okay, do as you wish. But do not go in that field over there," as he points out the location.

The DEA officer seems to be terribly sensitive to prohibition.
He verbally explodes saying, "DEAR SIR, I HAVE THE AUTHORITY OF THE FEDERAL GOVERNMENT WITH ME!"
Reaching into his rear pants pocket, he removes his badge and proudly shoves it to the rancher.
"See this badge? SEE? This badge means I am allowed to go wherever I wish! On any land! No questions asked or answers given! Have I made myself clear? Do you understand?"
The rancher definitely does not need more shouts, as he nods politely, apologizes, and goes about the officer's chores.

A short time later, the old rancher hears loud screams and sees the DEA officer running for his life chased by the rancher's big Santa Gertrudis
With every step the bull is gaining ground on the officer, and it seems likely that he'll get gored before he reaches safety. The officer is clearly terrified.
"HELP MEE!!"
The rancher throws down his tools, runs to the fence and yells at the top of his lungs.....

"YOUR BADGE... SHOW IT YOUR FRICKIN' BADGE!!"

*DEA = Drug Enforcement Administration, a US law enforcement agency concerning on drug smuggling, usage and investigation related to US.
Baca selengkapnya disini..

Selasa, 02 September 2014

Article#338 - Kumpulan Kutipan Kalimat Koplak

Kalimat-kalimat motivasi. Salah satu jenis kalimat yang paling kerap dijumpai dalam keseharian hidup. Jumlahnya sendiri mungkin tak terlalu banyak jika dibandingkan dengan kalimat-kalimat lain yang lebih "normal". Maka berterimakasihlah kepada ribuan, atau mungkin jutaan orang di seluruh dunia yang senantiasa menemukan untaian kata bernada memotivasi dan menyebarkannya kepada khalayak ramai. Seolah kita ikut serta dalam menyebarkan penyemangat dan dukungan kepada entah berapa banyak orang di sekitar kita yang sedang berjuang dalam perjuangan mereka masing-masing.

Kalimat motivasi mungkin tampak tak punya cela, ya? Mencerahkan, menenangkan, juga membantu menghidupkan api impian yang berkobar di kepala.
Tetapi, betulkah demikian? Penulis tak akan membahas apakah kalimat motivasi punya cela atau tidak. Yang jelas, pada akhirnya bahkan ada saja orang yang bosan akan beragam rupa kalimat motivasi di mana-mana.

Tentu saja, penulis akan ikut mengganggu kalian yang sedang asyik-asyiknya bermotivasi bersama-sama. Karena segala yang berlebihan bisa memabukkan.
Selamat menikmati.

(sebagian gambar pernah ditayangkan di laman ini)







sumber
sumber 
sumber
sumber
sumber

Semoga gambar-gambar di atas cukup menganggu semangat bermotivasi kalian. Salam Kuper!
(:g)
Baca selengkapnya disini..