Jumat, 16 November 2012

Article#110 - Wawancara Yang Tak Terlupakan

Seorang manajer mengaku, dari sekian banyak pengalamannya mewawancarai calon karyawan, dia mendapati kebanyakan calon karyawan tersebut mau enaknya saja. Kalau istilahnya, usaha minimal dan hasil maksimal. Tetapi, ia mengakui, dari seluruh pengalamannya itu, ada seorang karyawan yang menjawab pertanyaannya sedemikian rupa. Perusahaan tersebut (perusahaan jasa konsultasi pendidikan) menerapkan wawancara berupa tes skolastik lisan, berisi soal-soal pengetahuan umum. Penasaran bagaimana akhirnya kisah sang calon karyawan? Berikut isi wawancara tersebut.

***

Manajer: Silakan duduk, mohon perkenalkan dulu siapa nama Anda.
Calon karyawan: Nama saya Sugeng Albertus Rajiman Ahmad Purwanto.
Manajer: Wah, panjang sekali. Nama panggilan?
Calon karyawan: Dari dulu teman saya manggil saya 'Sarap'. Inisial saya.
Manajer: (sedikit terkejut) ...Wah, benar juga. Jadi, saudara Sarap, siap untuk tes wawancara?
Calon karyawan: Tentu saja pak.

Manajer: Oke, pertanyaan pertama. Pada perang yang mana Kapten Pattimura wafat?
Calon karyawan: Perang terakhirnya, pak.

Manajer: Baiklah. Pertanyaan kedua, dimanakah naskah Proklamasi RI ditandatangani?
Calon karyawan: Di bagian bawah, pak.

Manajer: Baiklah. Pertanyaan ketiga, penyebab utama kematian itu apa?
Calon karyawan: Jantung berhenti berdenyut, pak.

Manajer: Hmm. Lalu, pertanyaan keempat, kalau begitu, apa penyebab utama perceraian?
Calon karyawan: Pernikahan, pak.

Manajer: Oke. Pertanyaan kelima, apa yang menyebabkan terjadinya kegagalan?
Calon karyawan: Ujian, pak.

Manajer: Hmm. Pertanyaan keenam, makanan apa yang tak boleh dimakan sebagai sarapan?
Calon karyawan: Makan siang dan makan malam, pak.

Manajer: Hhh, oke. Pertanyaan ketujuh, apa yang akan terjadi jika sebuah batu merah dilempar ke laut yang berwarna biru?
Calon karyawan: Jadi basah, pak.

Manajer: Baiklah. Pertanyaan ketujuh, bagaimana cara menghentikan seekor anjing supaya tidak kencing di jok belakang?
Calon karyawan: Taruh di jok depan, pak.

Manajer: Oke... Lalu, pertanyaan kedelapan. Benda apakah yang terlihat seperti separo apel?
Calon karyawan: Paroan lainnya, pak.

Manajer: Hah, oke. Pertanyaan kesembilan, bagaimana cara seseorang bisa tidak tidur dalam 8 hari?
Calon karyawan: Dia tidur malam, pak.

Manajer: Haahh.. oke. Pertanyaan kesepuluh, bagaimana cara mengangkat gajah dengan satu tangan?
Calon karyawan: Gajah tidak punya tangan, pak.

Manajer: Hmmm... Pertanyaan kesebelas, jika Anda memiliki 3 jeruk dan 4 apel di tangan kiri, serta 3 apel dan 4 jeruk di tangan kanan, apa yang Anda dapat?
Calon karyawan: Tangan yang sangat besar, pak.

Manajer: Bah. Ya sudahlah, pertanyaan keduabelas, jika diperlukan 16 orang untuk membangun rumah dalam 12 hari, berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh 6 orang untuk membangun rumah tersebut?
Calon karyawan: Tidak ada, rumahnya sudah jadi, pak.

Manajer: Hahh... sudahlah. Pertanyaan ketigabelas, bagaimana cara menjatuhkan telur ke atas lantai beton tanpa pecah?
Calon karyawan: Lantai beton susah pecah, pak.

Manajer: Oke, pertanyaan keempatbelas. Bagaimana bisa 5 orang berdiri di bawah sebuah payung, tetapi tidak ada yang kehujanan?
Calon karyawan: Saat itu tidak hujan, pak.

Manajer: Oke, baiklah. Sepertinya saya akan memberi satu pertanyaan lagi. Mana yang lebih dahulu ada, siang atau malam?
Calon karyawan: Tentu saja siang, pak!
Manajer: Mengapa begitu?
Calon karyawan: Wah tak bisa pak, tadi bapak bilang hanya satu pertanyaan. Saya tak mau bekerja di bawah pimpinan yang tak konsisten.

Manajer: (terkejut) T-t-t-tunggu dulu..!
(Apa daya, sang calon karyawan segera meninggalkan ruang wawancara.)

2 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...