"Di dunia ini banyak yang tak bisa dihakimi semata-mata dengan benar atau salah. Juga banyak yang tak bisa dianggap semata-mata sebagai kenyataan mutlak atau ilusi belaka. Sayangnya, kebanyakan orang tidak sadar dan tetap terjebak di dalamnya."~dikutip dari sebuah naskah yang belum dipublikasikan oleh Sam Wan, pada Sabtu, 30 Juni 2012, 22:54 (UT+7)
Mencampurbaurkan persepsi. Menyelewengkan konsepsi. Mempertanyakan esensi. Menyelisihi konsesi.
Sabtu, 30 Juni 2012
Article#70 - Kutipan Hari Ini
Ditempatkan dalam koridor
Kutip
Article#69 - Kisah Perpisahan Pak Guru
Kisah ini berasal dari sebuah SD di ibukota. Saat itu, salah seorang guru, Pak Bento, memutuskan untuk berhenti mengajar karena dia akan menikah. Karena Pak Bento sangat terkenal di SD itu, dibuatlah sebuah acara perpisahan untuk melepas kepergian Pak Bento. Pada akhir acara, beberapa siswa berbaris untuk memberikan hadiah kenang-kenangan kepada sang guru.
Pertama-tama, salah satu siswa, Pandu, memberikan sekotak kado kepada Pak Bento. Pak Bento tahu kalau ayahnya Pandu memiliki toko bunga, iapun mengguncang kotak itu sebentar, kemudian menyahut, "Ini isinya bunga, kan?". Terkejut, Pandu berkata, "Betul, pak." Semua siswa bertepuk tangan mendengar tebakan Pak Bento yang tepat.
Berikutnya datang teman Pandu, Juleha. Ayah Juleha memiliki toko roti, maka dengan mengambil kotak kado dari Juleha, Pak Bento menebak, "Pasti isinya roti." Juleha mengangguk malu, disusul tepuk tangan yang lebih ramai dari para siswa.
Dan, berikutnya giliran Sugeng. Dia memberikan kadonya kepada Pak Bento, yang menyadari bahwa kotak itu bocor. Karena Pak Bento tahu kalau ayah Sugeng memiliki sebuah kafe, ia memutuskan untuk mencicipi cairan yang keluar dari tempat yang bocor tadi. Karena rasa cairan itu belum pernah dia rasakan sebelumnya, dia bertanya kepada Sugeng. "Apa isi kotak ini Sugeng? Limun?" Sugeng menjawab dengan gelengan. Pak Bento mencicipi lagi, kemudian kembali bertanya. "Lalu apa? Soda? Minuman isotonik? Jus?" Sugeng akhirnya menjawab, "Ngg...isinya..anak anjing, pak."
Pak Bento sangat terkejut dan langsung lari ke kamar mandi.
Lanjutkan baca »
Pertama-tama, salah satu siswa, Pandu, memberikan sekotak kado kepada Pak Bento. Pak Bento tahu kalau ayahnya Pandu memiliki toko bunga, iapun mengguncang kotak itu sebentar, kemudian menyahut, "Ini isinya bunga, kan?". Terkejut, Pandu berkata, "Betul, pak." Semua siswa bertepuk tangan mendengar tebakan Pak Bento yang tepat.
Berikutnya datang teman Pandu, Juleha. Ayah Juleha memiliki toko roti, maka dengan mengambil kotak kado dari Juleha, Pak Bento menebak, "Pasti isinya roti." Juleha mengangguk malu, disusul tepuk tangan yang lebih ramai dari para siswa.
Dan, berikutnya giliran Sugeng. Dia memberikan kadonya kepada Pak Bento, yang menyadari bahwa kotak itu bocor. Karena Pak Bento tahu kalau ayah Sugeng memiliki sebuah kafe, ia memutuskan untuk mencicipi cairan yang keluar dari tempat yang bocor tadi. Karena rasa cairan itu belum pernah dia rasakan sebelumnya, dia bertanya kepada Sugeng. "Apa isi kotak ini Sugeng? Limun?" Sugeng menjawab dengan gelengan. Pak Bento mencicipi lagi, kemudian kembali bertanya. "Lalu apa? Soda? Minuman isotonik? Jus?" Sugeng akhirnya menjawab, "Ngg...isinya..anak anjing, pak."
Pak Bento sangat terkejut dan langsung lari ke kamar mandi.
Ditempatkan dalam koridor
Gurau
Jumat, 29 Juni 2012
Article#68 - Temuan Hari Ini: Kegalauan Ditemani Bintang-Bintang
Setelah melalui berbagai hari yang fluktuatif dan banyak lika-likunya (entah secara tersirat ataupun tersurat), akhirnya saya kembali di sini, di depan komputer, di tengah sunyi. Bingung memikirkan apa yang harus diisi di tengah kemelut jejaring sosial yang mendambakan liburan, saya memutuskan untuk berkelana di situs jejaring sosial mikroblog Twitter, ketika saya menemukan sebuah rangkaian kata-kata yang kata sang pencetus dimaksudkan untuk belajar, tetai tak bisa sepenuhnya lepas dari unsur galau.
Langsung saja, saya menghabiskan waktu bersih 5 menit untuk membuat gambar di bawah, yang merupakan kompilasi dari kicauan terkait dan sekitar 92 menit 25 detik lainnya untuk berinteraksi dengan dunia jejaring sosial... Maklum saya sedang nggak fokus. *halah
-Kredit diberikan kepada @ForumAstronomi di Twitter... Nggak masalah kan yo.
Sekali lagi, saya tidak ada sangkut pautnya dengan isi kicauan diatas. Saya hanya mengompilasikannya dan membagikannya kepada anda sekalian. Terima kasih.
(:g)
Lanjutkan baca »
Langsung saja, saya menghabiskan waktu bersih 5 menit untuk membuat gambar di bawah, yang merupakan kompilasi dari kicauan terkait dan sekitar 92 menit 25 detik lainnya untuk berinteraksi dengan dunia jejaring sosial... Maklum saya sedang nggak fokus. *halah
-Kredit diberikan kepada @ForumAstronomi di Twitter... Nggak masalah kan yo.
(:g)
Ditempatkan dalam koridor
Carik
Rabu, 27 Juni 2012
Article#67 - 5000 pengunjung....
Dengan hadirnya musim liburan, nampaknya makin banyak orang-orang memutuskan untuk pulang, melepaskan diri dari penatnya kehidupan, dan, tentunya, berlibur. Iyalah, namanya musim liburan jelas identik dengan banyaknya keluarga-keluarga yang memutuskan sudah waktunya mengunjungi berbagai objek wisata, yang juga dibarengi dengan banyaknya berita kemacetan, dan juga, banyaknya kenaikan harga dimana-mana. (Entah untuk liburan kali ini). Dan rupanya musim liburan ini sedikit banyak juga berkontribusi positif untuk durasi berbagai anak manusia untuk nangkring di depan komputer masing-masing, entah bermain atau berkelana di dunia aneh yang selama ini kita sebut internet.
Bukan, ini bukan dimaksudkan untuk menampilkan potret kehidupan sosial disekitar kita (Walau pada nyatanya memang sering begitu). Yang ingin saya tekankan disini adalah bahwa yang tersebut diatas adalah hasil penyidikan saya akan banyaknya pengunjung blog dalam sebulan terakhir. Terakhir kali artikel sejenis ini adalah pada 24 Mei 2012 lalu, dan hampir tepat 33 hari kemudian, atau pada 26 Juni 2012 pukul 12:16 WIB, kursi statistik kembali mencatat kenaikan hingga menembus angka 5000 pengunjung. Kalau di edisi sebelumnya saya mengaku terheran-heran, kali ini saya bahkan sudah tidak bisa heran lagi. Ya sudahlah, saya tidak akan protes juga..
Artikel berat selamjutnya akan ditampilkan sepulangnya saya dari perantauan. Selamat menanti....
Lanjutkan baca »
Bukan, ini bukan dimaksudkan untuk menampilkan potret kehidupan sosial disekitar kita (Walau pada nyatanya memang sering begitu). Yang ingin saya tekankan disini adalah bahwa yang tersebut diatas adalah hasil penyidikan saya akan banyaknya pengunjung blog dalam sebulan terakhir. Terakhir kali artikel sejenis ini adalah pada 24 Mei 2012 lalu, dan hampir tepat 33 hari kemudian, atau pada 26 Juni 2012 pukul 12:16 WIB, kursi statistik kembali mencatat kenaikan hingga menembus angka 5000 pengunjung. Kalau di edisi sebelumnya saya mengaku terheran-heran, kali ini saya bahkan sudah tidak bisa heran lagi. Ya sudahlah, saya tidak akan protes juga..
Artikel berat selamjutnya akan ditampilkan sepulangnya saya dari perantauan. Selamat menanti....
Ditempatkan dalam koridor
Jejak
Sabtu, 23 Juni 2012
Article#66 - Kutipan Hari Ini
"The world we have created is a product of our thinking; it cannot be changed without changing our thinking - Dunia yang telah kita buat adalah produk pemikiran kita; ia tak akan berubah tanpa berubahnya pola pikir kita."dikutip dari kutipan kata bijak milik Albert Einstein, pada Sabtu, 23 Juni 2012, 13:08 (UT+7). Bahasa asli tetap dipertahankan.
Ditempatkan dalam koridor
Kutip
Langganan:
Postingan (Atom)



