Selasa, 10 Mei 2016

Article#547 - Kala Budha Menjelang

9 Mei 2016, 14:57 UT.
Waktu telah berlalu sedikit melampaui dua bulan dari gerhana Matahari yang datang menghampiri kepulauan Indonesia di awal Maret lalu. Jika dulu Asia Timur dan Tenggara adalah daerah yang berkesempatan mendapati Matahari pagi menyoroti sekujur daerahnya, kini mendapati bayang Bumi memadamkan cerlangnya gemilang surya. 
Sementara daratan benua biru sana, yang dahulu bergelimang malam pada momen lewatnya Bulan, kini bermandikan panas siang, menarik para muka pucat keluar dari kediamannya. Mereka bergelung di taman-taman dan berjalan di seantero benua, menyambut matahari yang mencerahkan suasana jelang tibanya musim panas.

Tetapi, tidak hanya dengan alasan itulah orang orang di siang hari itu merelakan diri terpanaskan di udara terbuka.
Selayang pandang mengamati cakram benderang Matahari (tentunya dengan pengamanan yang memadai), dan kau akan temukan sebuah noktah kecil bergerak perlahan, merayapi benderangnya perlahan-lahan. Dalam lebih dari tujuh jam di hari itu, sebagian besar porsi muka Bumi berkesempatan menyaksikan planet terkecil dan terdekat ke Matahari, Merkurius, melintas sebagai sebuah noktah hitam mungil di depan cakram kebesaran pusat Tata Surya. 

Merkurius, atau Budha (bukan Buddha) dalam budaya Sansekerta, adalah salah satu planet yang dalam waktu-waktu tertentu berkesempatan untuk melintas tepat di antara Bumi dan Matahari, menghasilkan suatu fenomena yang disebut transit. (Planet lain yang bisa mengalami transit dari Bumi adalah Venus.) Jika ada yang bertanya, apa bedanya dengan gerhana, penjelasan sederhananya adalah pada transit, benda yang menutupi terlalu kecil dibandingkan benda yang ditutupi. Berbeda dengan gerhana, di mana untuk kasus Bulan dan Matahari, keduanya memiliki ukuran yang sebanding terhadap seorang penduduk Bumi. Sehingga, dalam kasus gerhana, Matahari tertutup cukup banyak oleh Bulan untuk memunculkan efek peredupan, atau bahkan menggelapkan langit sepenuhnya.

Transit Merkurius pada 9 Mei 2016 ini dapat disaksikan oleh siapapun di muka Bumi, kecuali bagi mereka yang bermukim di Asia Timur, Filipina, Malaysia (dengan sedikiiit pengecualian), Indonesia (kecuali provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara), Australia dan Selandia Baru. Tetapi, bagi kalian yang berdomisili di Indonesia, jangan bersedih hati. Pada 11 November 2019 nanti akan kembali terjadi transit Merkurius, yang akan berlangsung selama 5 jam 29 menit dan dapat disaksikan... dari daerah yang hampir sama dengan daerah yang menyaksikan transit pada Mei tahun ini.
Baiklah, selamat mencoba 13 tahun setelahnya, pada November 2032. Semoga beruntung.

Berikut, penulis telah menyuguhkan foto-foto transit Merkurius hasil jepretan berbagai orang dari wilayah-wilayah yang berkesempatan menyaksikan gerhana kali ini. Selamat menikmati!

Transit Merkurius (tengah bawah) bersama transit ISS, sebagaimana dipotret dari
Philadelphia, Pennsylvania, AS.
(Thierry Legault/ESA)
Sekuens transit Merkurius, sebagaimana dipotret oleh
wahana Solar Dynamics Observatory (SDO).
(SDO/NASA)
Cakram hitam Merkurius bergerak perlahan di hadapan cakram Matahari,
sebagaimana dijepret oleh wahana Solar Dynamics Observatory (SDO).
(SDO/NASA/PA)
Noktah Merkurius di hadapan Matahari, sebagaimana dipotret dari London, Inggris.
(Roger Hutchinson/flickr)
Proyeksi transit Merkurius dari teleskop reflektor di planetarium Birla, Chennai, India
(Arun Sankar/AFP/Getty Images)
Sebuah pesawat penumpang melintas di hadapan cakram Matahari di saat berlangsung
transit Merkurius. Foto dipotret dari Las Vegas, Nevada, AS.
(David Becker/Reuters)
Merkurius memulai transitnya melintasi cakram Matahari, sebagaimana dipotret dari
Salgótarján, Hungaria.
(Peter Komka/EPA)
Astrofisikawan Carsten Decker mengamati Merkurius dalam fase transitnya, di
Leibniz-Institut für Astrophysik, Postdam, Jerman.
(Ralf Hirschberger/EPA)
Transit Merkurius (tengah, kiri) sebagaimana dipotret dari State College, Pennsylvania, AS.
(Samuel J. Hartman/SPACE.com)
Transit Merkurius (tengah atas) sebagaimana dipotret dari Tucson, Arizona, AS.
(Mt. Lemmon SkyCenter/Steward Observatory/SPACE.com)
Transit Merkurius (tengah bawah), sebagaimana dipotret dari Ocean, New Jersey, AS.
(Steve Scanlon/SPACE.com)
Sekuens berlangsungnya transit Merkurius, sebagaimana dipotret dari Kamloops,
British Columbia, Kanada.
(Alan Dyer/amazingsky.net)
Sekuens berlangsungnya transit Merkurius, sebagaimana dipotret dari Bergen, Norwegia.
(Arnstein Dale/spaceweathergallery.com)
Perbandingan noktah hitam Merkurius dan Venus (2012) pada transitnya, sebagaimana
dipotret dari Istanbul, Turki.
(Ender Gökçebay/spaceweathergallery.com)
Kolase sekuens transit Merkurius, sebagaimana dipotret dari Darmstadt, Jerman.
(Oscar Portela/spaceweathergallery.com)










Dan kini, saatnya gambar bergerak untuk.... yah, bergerak.



Galeri lebih jauh dapat disimak di laman berikut:
http://www.space.com/32820-mercury-transit-of-2016-images-photos.html
https://www.theguardian.com/science/gallery/2016/may/09/transit-of-mercury-earth-sun-in-pictures
http://www.universetoday.com/128798/images-todays-transit-mercury-around-world/
http://spaceweathergallery.com/index.php?title=mercury
http://www.huffingtonpost.co.uk/entry/mercury-gliding-across-the-sun-stunning-pics-from-the-2016-transition_uk_5730a391e4b0e6da49a6a926
http://www.skyandtelescope.com/online-gallery/transit-pictures/
http://mashable.com/2016/05/09/transit-of-mercury-photos/?utm_cid=mash-com-Tw-main-link#hP3y5pbzHiqM
http://heavy.com/news/2016/05/mercury-crossing-transit-passes-sun-photos-retrograde-eclipse-pictures-pics/

Jika tidak ada aral melintang, penulis akan mengamati transit Merkurius pada 2019.
Sampai jumpa di kesempatan selanjutnya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...