Jumat, 23 Januari 2015

Article#382 - Kontras

Konon, di negeri samurai berkumandang luas sebuah peribahasa tentang pancang yang menyembul di atas rekan-rekannya sesama pancang yang lain. Legenda mengatakan, tiap-tiap pancang yang dipergoki menyembul di atas rekan sejawatnya itu, akan dipalu hingga ia terhunjam lebih dalam ke tanah, sampai tingginya setara dengan rekan sejawatnya.
Banyak yang menerjemahkannya sebagai upaya memberangus perbedaan, dan menjadikan wajah masyarakat sebagai kesatuan yang homogen.

Meskipun demikian, konon ada keping cerita lain yang mengutarakan bahwa ketika pancang yang menyembul akan dipalu menghunjam tanah, pancang yang demikian tingginya menyembul di atas kepala rekan sejawatnya akan dibiarkan, tanpa dipalu. Setidaknya, tidak segera. Agaknya, di titik tersebut memalu menjadi demikian menghabiskan usaha.

Maka kita berkelana menjelajahi sisi lain dunia.
Di negeri yang dikenal dengan nama "Tanah Es", kau justru tak banyak mendapati es terbaring di sekujur permukaannya. Es yang menggeletak abadi sepanjang kalender bergulir hanya akan kaujumpai di puncak-puncak tertinggi negeri ini, meski tiap musim dingin seluruh penjuru negeri mendapat jatah kristal beku masing-masing.
Puncak-puncak tertinggi di negeri ini tumbuh besar dari suplai batuan cair yang memberinya gizi untuk tumbuh besar, melelerkan beragam rupa rempah letusan. Menjadikan negeri Tanah Es ini negeri yang senantiasa dinamis dengan segala macam atraksi alam, yang disajikan baik dari bawah, atau dari atas tanahnya.

Di negeri ini, juga di negeri-negeri lainnya di seantero dunia, temperatur yang menyembul tinggi di atas temperatur tiap kontur tanah di sekitarnya akan segera dibenamkan. Terus, hingga kembali seragam dalam segala arah.
Akan tetapi, di negeri ini, akan ada saat-saat tertentu di mana temperatur di satu titik menyembul demikian tingginya. Demikian tinggi, kebekuan di sekitarnya tak mampu menandingi tingginya temperatur di sana. Dia menjadi demikian berenergi, disuplai gizi dari perut Bumi.

Barangkali benar adanya, bahwa dalam hitungan peredaran Bulan, ataupun peredaran Bumi, kebekuan yang biasa menyelimuti negeri Tanah Es ini akan kembali membekukan temperatur setinggi batuan leleh sekalipun.
Tetapi, sementara batuan leleh belum menjadi batuan beku, ada banyak pertunjukan yang menantimu berkunjung.

Citraan satelit MODIS milik NASA akan pulau Islandia, 18 Januari 2015, 12:55 UT.
Lava hasil letusan di padang lava Holuhraun tampak sebagai noktah hitam. di tengah pulau Islandia.
Gambar disadur dari situs Veðurstofa Íslands pada 20 Januari 2015.

Citraan lebih detail akan sebaran lava segar di padang lava Holuhraun, Islandia.
Diunggah di laman Veðurstofa Íslands pada 22 Januari 2015.


Citra pusat erupsi di padang lava Holuhraun, 22 Januari 2015. Dipotret oleh Morten S. Riishuus.
Sudut pandang lain dari pusat erupsi tercantum di dokumen ini.

Citra pusat erupsi yang sama dengan gambar sebelumnya, pada 13 Desember 2014.
Aktivitas erupsi terlihat lebih bergelora dibanding sebulan setelahnya.
Dipotret oleh Iurie Belegurschi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...