Rabu, 02 September 2015

Article#460 - Jendela


Jendela dunia.
Menyibakkan cercah langit atas sana.
Mengantarkan benderang sinar surya.
Menampakkan awan berkemul tenang.
Jendela jiwa.
Membawa sederetan jiwa manusia.
Mengupas nyata yang tak dinyana.
Melepas jumpa pada tegur sapa.

Senin, 1 September 2015, 07:18 (UT+9).
Lanjutkan baca »

Senin, 31 Agustus 2015

Article#459 - Tenggang


Kuhadapkan wajah pada semburat senja, saat ia bersiap mengucap jumpa pada dunia. Sinar kemerahannya menyorot temaram, memikat pantul awan silang menyiku. Seolah menyindir mereka yang banyak menggebu dalam apa yang tak perlu.
Sinarnya pun terus temaram dikekang malam. Membiarkan aku tertelan kelanjutan pikiran akan hidup yang tak menahu.

Kuhadapkan dekap pada wajah purnama, yang bersinar bangga dalam gulita. Sinarnya yang megah telah merajai awan, bahkan ketika malam belum sejenak berpijak. Seolah menyindir mereka yang banyak mencari pembenaran untuk tidak bertindak.
Sinarnya pun terus benderang membelenggu malam. Membiarkan aku menjaring cercah yang tak menentu.

Bersemayam dalam jejaring rangka bangunan, aku yang menanti kelanjutan tidak akan menyatakan bahwa aku sedang datang kembali pada kenyataan. Atau pergi dari kenyataan. Karena kenyataan ada pada setiap hela nafas kita, setiap denyut nadi kita. Apa yang menyertai sepanjang hayat, dan di sebagian besarnya kita kesampingkan. Atau kita nafikan keberadaanya.

Pada akhirnya, kenyataan tetap menjerat kita semua. Terlepas apapun sikap kita terhadapnya. Terlepas dari bagaimana ia menjadikan kita nantinya.

Kini
Di sanubari Bumi yang terjurai temaram Matahari
Ada sebagian kita yang bicara kenyataan tanpa tahu pasti
Dan kini
Di serambi Bumi yang oleh rembulan terbingkai 
Ada sebagian kita menjalin masa kini untuk masa nanti
Lanjutkan baca »

Jumat, 28 Agustus 2015

Article#458 - Kutipan Hari Ini

“How long is forever, you ask? Sometimes, just one second.”
~quoted and rewritten from the words of Charles Lutwidge Dodgson a.k.a Lewis Carroll (1832-1898), English writer, mathematician, logician, deacon, and photographer, in his work Alice in the Wonderland.
Quoted at Thursday, 27th August, 2015, 20:36 (UT+7).

image source
Lanjutkan baca »

Rabu, 26 Agustus 2015

Article#457 - 200000 Pengunjung!!

Jika Anda yang berjumpa dengan tulisan aneh terbaru dari laman blog saya ini adalah Anda yang telah terbiasa menyambanginya sejak lama, maka Anda mungkin akan memergoki, betapa lama saya tidak lagi mempublikasikan laman terkait napak tilas perjalanan saya mengarungi dunia blog. Tentu saja, sejak saya menorehkan angka seratus ribu pada April 2014 yang lalu, saya perlu mendapatkan seratus ribu pengunjung lagi supaya bisa menyuguhkan laman napak tilas selanjutnya. Titik yang dimaksud adalah titik dua ratus ribu kunjungan, yang tercapai pada Rabu, 26 Agustus 2015, 09:54 (UT+7), 507 hari setelah angka seratus ribu tercapai.

sumber gambar

Saya yang sekarang bukanlah saya yang menyimpan cukup minat untuk menderetkan kata demi kata. Saya masih menolak menerima kenyataan berakhirnya libur belum mengumpulkan cukup motivasi untuk kembali bermain mimpi, maka tulisan kali ini dicukupkan sampai di sini.
Nantikan tulisan selanjutnya, nanti!
(:g)
Lanjutkan baca »

Senin, 24 Agustus 2015

Article#456 - Stagnasi Kondensasi


Dalam setiap debur kerontang
Yang berkeriut pada terik siang
Ada senyap yang menanti senja
Menyapa dunia menuju gulita
Bersama semua tak tentu arah
Menyibak semesta, membuncah
Apakah kaulihat tabur gemintang?
Merajai angkasa di balik pandang?
Mereka tak pernah menatap iba
Atas kita manusia seisi dunia
Karena khazanah sarat makna
Masih terjumpa medan pandang

Dalam setiap percikan limpas
Yang membasuh barang sejenak
Ada desau udara mengumpat
Memaki kotoran yang tak lekang
Adakah takdir menyapa manusia?
Saat kerjap bersambut sirna?
Kita menadahi nyata penghujan
Dari arakan awan menghilang
Mereka tampak melirik pasrah
Menatapi kita tak terjamah basah
Bersama rerumputan meranggas
Berpijak pada nyawa yang tersisa

Dalam setiap deras tampias
Yang membanjiri relung jiwa
Ada deru badai berkelebat
Meneriaki wajah nekat yang basah
Untuk berhenti berlagak hebat
Segera pulang, bergelung hangat
Adakah hidup mendera merdeka?
Ketika kuyup merajai jiwa raga?
Tetesan hujan saling bersahutan
Mengunci derum laju kehidupan
Mengajak tiap kita memandang
Pelepas dahaga mencurah dunia

Dalam tiap deras aliran
Ada yang terhanyut bersama kepastian
Membasuh dosa dari sekujur dunia
Bersatu segala rupa menuju samudra


Hari 7441, menabuh tabir sunyi.
Senin, 24 Agustus 2015, 22:12 (UT+7)
6°52'59.60"S, 107°36'46.54"E
Lanjutkan baca »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...