Minggu, 27 Maret 2016

Article#531 - Melepas Kembali


Seseorang melaju pulang ke tempat kembalinya. Agenda utama yang menentukan gurat takdir kepulangannya adalah sebuah fenomena spesial yang hendak ia jumpa. Kemudian hadir beragam kegiatan yang didapati mengisi keseharian dengan penuh warna.
Berjumpa dengan kawan lama, bersatu dengan kenangan lama, berkumpul untuk berbagi cerita, bersiap untuk yang menjelang.

Menilas perjalanan enam pekan ke belakang, barangkali lika-liku yang demikian santai terbebankan jelang kepulangan membuat moemn ini terasa begitu saja tiba. Hadir dengan mudanya, dilalui dengan segala ceritanya, dan kemudian tiba pada akhir perjalanannya.

Menjejak garbarata yang mengajak enyah dari pijak tanah, ada perjalanan yang terentang untuk mengantar kembali menjejak perantauan. Untuk mengerahkan jiwa raga episode penghabisan. Untuk mengais keping memori di sepanjang jalan. Untuk menyambung paripurna pada cerita yang masih memperjalankan pergulirannya.

Menjejak petak terakhir bumi pertiwi, untuk berjumpa kembali ketika perjalanan berakhir.
Sampai jumpa lagi.












 


Lanjutkan baca »

Kamis, 24 Maret 2016

Article#530 - Merenjis



Beberapa tahun di negeri matahari terbit mungkin tidak banyak mencerabut kompetensi-makan pedas ataupun ketahanan terhadap jajanan pinggir jalan ketika pulang. (Benar-benar ada yang menjadi lemah dengan semua itu, loh). Akan tetapi, sedikit banyak pengembaraan saya membuat saya lebih terbiasa dengan rangkaian musim yang silih berganti memayungi dunia sakura. Rangkaian yang pada gilirannya perlahan menggantikan silih bergantinya musim kemarau dan musim hujan di Indonesia (meskipun pada nyatanya tidak semua daerah di Indonesia memiliki batasan jelas antara musim kemarau dan musim hujan itu sendiri). Alih-alih musim kemarau, yang saya ingat malah musim hujan di bulan Juni, yang menjadikan potongan puisi "Hujan Bulan Juni" tidak begitu relevan diimplementasikan di negeri sakura.

Singkat cerita, saya kembali menapaki musim hujan di bumi pertiwi dalam beberapa pekan terakhir. Segala basah jauh menyeruak melebihi serial hujan di negeri sakura sana, dan hasilnya adalah saya yang bernostalgia mengenang seperti apa rasanya hujan deras ukuran bumi pertiwi (yang adalah hujan superderas ukuran bumi sakura).
Semua itu hingga saya tersadar, betapa curahan hujan di sepanjang keadaan perlahan membersihkan angkasa. Membasuh langit biru dari segala macam amukan kendaraan yang menodai murninya, dari segala macam partikulat yang menoktahi kedalaman warnanya.

Bersama renjis penghujan, datang cercah gemilang surya jelang peraduannya.








Lanjutkan baca »

Minggu, 20 Maret 2016

Article#529 - Terbit


Semarak deru mesin menyapa pepasir di tepian kenangan.
Menyapa segenap pohon di balik selimut debunya, menyapa setiap manusia di balik topeng palsunya.

Menyapa sepoi di fajar itu, akan kaudapati sekian orang yang telah beranjak dari peraduan nyamannya, bersiap menantang seisi dunia. Sekian orang yang mendahului surya dalam kebangkitannya menyambut apa yang akan datang. Mereka itu, mereka yang mendera segenap trotoar itu, tak peduli akan temaram pergi. Malam terus termakan semburat fajar, bersama ayunan ranting dedaunan melambaikan tangan. Melepas malam yang akan bertolak pergi menyambut sinar mentari yang segera hadir. Mengisi segenap gizi di sekujur diri.

Barangkali tidak ada dari mereka yang tertegun memperhatikan sang surya berpadu dengan khatulistiwa. Menyejajarkan diri bersama garis khayal yang menyematkan identitasnya pada untai zamrud tempat mereka memperjalankan kenyataan. Lebih-lebih mendaras dinamika malam dan siang, bagaimana tiap mereka mengerut dan merentang. Tidak! Mereka tidak sempat merenungkan itu semua. Yang utama adalah mempergulirkan roda kehidupan selama yang mereka bisa. Mengantarkan sesiapa tanggung jawab mereka sejauh mungkin mengarungi dunia yang luas. Menjamin keberlangsungan penghidupan yang mungkin tidak demikian makmur sejahtera. Kecuali jika kemakmuran dan kesejahteraan diukur dengan senyum dan tawa yang mengembang menyambutnya kembali pulang.

Mereka bertegap mantap di pinggir jalan itu. Menyigi sedelik pada tiap-tiap wahana yang melaju, menentu di mana mereka akan melabuhkan tuju. Mereka bertemu dalam tegur sapa fajar, untuk kemudian berjalan memperjuangkan sebuah keberlangsungan. Terus demikianlah mereka, hingga kembalinya benderang senja menggamit tiap-tiap tawa nanar mereka, untuk berpencar kembali ke tiap-tiap peraduan. Terjarak dengan segala yang lebih terang dari bintang, mereka mengucap syukur pada segenap semesta dalam tiap cecap hasil usaha.
Kini, ketika pelita benderang itu kembali membukakan cahayanya pada penjuru dunia, ia terus berderak ajek menuju dunia utara. Dan dari sekian banyak jiwa yang menjejak embun fajar, ada yang berlari mengejarnya, menyusul impian.

Mendatangi semarak dunia pagi, memimpin terbit kala ia mendelik.
Lanjutkan baca »

Jumat, 18 Maret 2016

Article#528 - Tentang Hidup, Tentang Cinta

Sering kita mengurai hidup, sering pula mengurai cinta.
Namun sering kali kata-kata tidak mampu menguraikan dan menembus
lapis-lapis makna terdalam dari kandungan hidup yang penuh rahasia.

Sehingga akhirnya tanpa terasa kita terjebak
dalam lingkaran permainan kata-kata indah belaka

Seolah olah harus menggunakan kata-kata yang tinggi
untuk sekedar menjelaskan persoalan hidup dan cinta,
yang terkadang cukup dengan sebaris kata sederhana saja.

Kata-kata yang hidup seringkali mengeluarkan auranya
pada saat kita mengucapkannya dengan pasrah sumarah.

Lewat getar naluri cinta yang tanpa henti
mengalir kita mencoba memahami hidup yang terus mengalir.

Upacara kecil dan sederhana kali ini pun
adalah bagian dari upaya penguraian hidup dan cinta
lewat sisi pandang para pelaku hidup pemercaya cinta di bumi ini.

MEMBUKA MATA MELIHAT YANG NYATA
MEMEJAMKAN MATA MELIHAT YANG INTI.


Disadur dari sawungjabo.wordpress.com.
Lanjutkan baca »

Rabu, 16 Maret 2016

Article#527 - Perfection

If you are a certain type of people, you will be fancying orderliness a lot. And in that case, these images below will curve a smile upon your face.
Enjoy!

(images taken from all over the internet)



















Lanjutkan baca »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...