įãŖįŊãĒ éĒéãĢ æĨéĸ¨éĻã
Masshirona, yuki michi ni, harukaze kaoru
ããã㯠ãĒã¤ããã
Watashi wa, natsukashii
ããŽčĄã æãåēã
Ano machi wo, omoidasu
åļããã å¤ĸãããŖã
Kanaetai, yume mo atta
å¤ãããã čĒåããã
Kawaritai, jibun mo ita
äģã¯ãã ãĒã¤ããã
Ima wa tada, natsukashii
ããŽäēēã æãåēã
Ano hito wo, omoi dasu
čǰããŽæãčããã
Dareka no uta ga kikoeru
čǰããåąãžããĻã
Dareka wo hagemashiteru
čǰããŽįŦéĄãčĻãã
Dareka no egao ga mieru
æ˛ããŋãŽåããå´ãĢ
Kanashimi no mukou gawa ni
čąã¯ čąã¯ čąã¯å˛ã
Hana wa, hana wa, hana wa saku
ãã¤ãįãžããåãĢ
Itsuka umareru kimini
čąã¯ čąã¯ čąã¯å˛ã
Hana wa, hana wa, hana wa saku
ãããã¯äŊãæŽããã ãã
Watashi wa nani wo nokoshita darou
å¤įŠē㎠åãã㎠æãŽæ°é
ãĢ
Yozora no, mukou no, asa no kehai ni
ããã㯠ãĒã¤ããã
Watashi wa, natsukashii
ããŽæĨã
ã æãåēã
Ano hibi wo, omoidasu
åˇã¤ããĻ åˇã¤ããĻ
Kizutsuite, kizutsukete
å ąããã æŗŖãããããĻ
Mukuwarezu, naitarishite
äģã¯ãã æããã
Ima wa tada, itooshii
ããŽäēēã æãåēã
Ano hito wo, omoidasu
čǰããŽæŗããčĻãã
Dareka no omoi ga mieru
čǰãã¨įĩã°ããĻã
Dareka to musubareteru
čǰããŽæĒæĨãčĻãã
Dareka no mirai ga mieru
æ˛ããŋãŽåããå´ãĢ
Kanashimi no mukougawa ni
čąã¯ čąã¯ čąã¯å˛ã
Hana wa, hana wa, hana wa saku
ãã¤ãįãžããåãĢ
Itsuka umareru kimini
čąã¯ čąã¯ čąã¯å˛ã
Hana wa, hana wa, hana wa saku
ãããã¯äŊãæŽããã ãã
Watashi wa nani wo nokoshita darou
čąã¯ čąã¯ čąã¯å˛ã
Hana wa, hana wa, hana wa saku
ãã¤ãįãžããåãĢ
Itsuka umareru kimini
čąã¯ čąã¯ čąã¯å˛ã
Hana wa, hana wa, hana wa saku
ãããã¯äŊãæŽããã ãã
Watashi wa nani wo nokoshita darou
čąã¯ čąã¯ čąã¯å˛ã
Hana wa, hana wa, hana wa saku
ãã¤ãįãžããåãĢ
Itsuka umareru kimi ni
čąã¯ čąã¯ čąã¯å˛ã
Hana wa, hana wa, hana wa saku
ãã¤ãæããåãŽãããĢ
Itsuka koisuru kimi no tame ni
Terjemah bahasa Indonesia (abal-abal, versi penulis)
Hiruplah aroma musim semi yang akan berhembus
Pada jalan yang bersaput putih murni salju
Kotaku yang kurindukan
Ada mimpi yang masih ingin kugapai
Ada diri ini yang ingin kuperbaiki
Bagaimana kurindu mereka
Yang hadirnya kudamba
Kudengar seorang bernyanyi
Seorang lagi tersemangati
Kulihat seorang tersenyum
Tinggalkan kesedihan hidup
Bunga akan mekar, sungguh bunga akan mekar
Untuk semua yang telah dan akan terlahirkan
Bunga akan mekar, sungguh bunga akan mekar
Dan aku tak tahu apa yang telah tertinggal
Lihatlah, pagi sedang bersiap menjelang
Di sebaliknya malam sedang menghilang
Hari-hari yang terus terbayang
Kita terlukai, dan melukai
Yang tak terbalas, jua tertangis
Bagaimana kurindu mereka
Yang hadirnya kudamba
Kulihat seorang dalam harap
Dengan yang lain terhubungkan
Kulihat masa depan tersingkap
Tinggalkan lembar kesedihan
Bunga akan mekar, sungguh bunga akan mekar
Untuk semua yang telah dan akan terlahirkan
Bunga akan mekar, sungguh bunga akan mekar
Dan aku tak tahu apa yang telah tertinggal
Bunga akan mekar, sungguh bunga akan mekar
Untuk semua yang telah dan akan terlahirkan
Bunga akan mekar, sungguh bunga akan mekar
Untukmu yang akan memahami makna cinta
Bagi yang berminat untuk mendengarkan, bisa menyimak video berikut. Tenang, bukan versi terjemahan diatas, tapi versi aslinya. (Bocoran - terjemah diatas disarikan dengan bantuan subtitel pada video berikut.)
Cerita yang lebih menarik mungkin ada di balik pembuatan lagu terkait, berikut videonya.
Masih ingat dengan kisah
Gempa Besar Jepang Timur, 11 Maret 2011 lalu? Selain mencatatkan diri sebagai salah satu gempa terbesar yang terdokumentasikan (magnitudo 9.0 SR), gempa tersebut, berikut dengan
tsunami yang dihasilkannya, tercatat sebagai peristiwa alam dengan nilai kerugian terbesar, dan salah satu yang paling mematikan di Jepang dalam seratus tahun terakhir. Konon katanya, sang perdana menteri, Naoto Kan, saat itu membandingkan kejadian tersebut dengan kehancuran Jepang pasca Perang Dunia 2.
Tetapi, di tengah demikian banyak ucapan belasungkawa, beserta bantuan yang mengalir untuk Negeri Sakura, sekelompok orang di jajaran NHK (badan penyiaran nasional Jepang) mengambil langkah lain. Dengan menggaet Shunji Iwai dan Yoko Kanno,
NHK menyusun sebuah lagu yang didedikasikan untuk mereka yang terdampak. Kedua nama tersebut, secara berurut, berperan sebagai penulis lirik serta komponis lagu.
Dalam video yang ditayangkan diatas, seluruh figur yang ditampilkan, termasuk dua nama yang tersebut sebelumnya, merupakan figur asal prefektur (badan pemerintahan setara provinsi) Iwate, Miyagi dan Fukushima, wilayah yang terdampak paling parah dalam peristiwa Maret 2011 tersebut.
Lagu ini juga telah
digubah dalam versi bahasa Inggris, yang kemudian dibawakan oleh grup vokal multinasional
Il Divo.
*****
Mungkin arti itu yang mereka maksudkan.
Tak harus menjadi orang yang lepas dari derita, untuk ikut membantu sesama.
Tak harus menjadi orang yang terdampak, untuk merasakan apa yang mereka rasa.
.....
Saya masih harus banyak belajar.